Event
Poster Kegiatan
Minggu, 20 September 2026
Desa Kaliwlingi
Poster tersebut merupakan media visual laporan pelaksanaan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Universitas Muhadi Setiabudi melalui program “Inkubasi Batik Mangrove Zero Limbah Berbasis Desa dengan Pewarna Alami, Desain Kontemporer, dan Pemasaran Digital untuk Naik Kelas UMKM Pesisir”. Kegiatan dilaksanakan pada Kelompok Pengrajin Batik Mangrove Sari di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Program diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelompok pengrajin melalui inovasi pewarna alami, penerapan teknologi produksi ramah lingkungan, pengelolaan limbah, penguatan manajemen usaha, pengembangan desain batik kontemporer, dan perluasan pemasaran melalui kanal digital.
Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan mitra, yaitu proses ekstraksi dan pewarnaan yang masih dilakukan secara manual, konsistensi warna yang belum optimal, limbah cair yang belum dikelola secara optimal, pencatatan dan pembukuan yang masih manual, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang belum sistematis, keterbatasan desain produk, pemasaran digital yang belum optimal, legalitas produk yang belum terintegrasi, serta kebutuhan penguatan administrasi dan kelembagaan kelompok. Permasalahan tersebut menjadi dasar penyusunan intervensi yang mengintegrasikan aspek produksi, lingkungan, manajemen, desain, pemasaran, serta kelembagaan.
Solusi program dilaksanakan melalui inovasi pewarna alami berupa standardisasi proses ekstraksi, pewarnaan, fiksasi, pengaturan suhu, waktu, dan pH. Aspek lingkungan diperkuat melalui penerapan zero waste berbasis fitoremediasi menggunakan IPAL mini untuk mengolah limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan. Aspek manajemen usaha dilakukan melalui penerapan pembukuan digital, pencatatan stok dan transaksi, serta perhitungan HPP. Pengembangan inovasi desain diarahkan pada penciptaan motif batik kontemporer yang memiliki identitas mangrove dan menyesuaikan tren pasar. Pemasaran diperkuat melalui WhatsApp Business, marketplace, media sosial, katalog digital, dan konten promosi. Program juga memberikan fasilitasi pada aspek legalitas usaha dan penguatan kelembagaan kelompok.
Hasil dan capaian program ditunjukkan melalui penerapan SOP ekstraksi, pewarnaan, dan fiksasi; pengendalian suhu, waktu, dan pH menggunakan alat ukur sederhana; penerapan IPAL mini berbasis fitoremediasi; penggunaan pembukuan digital dan perhitungan HPP; serta tersedianya desain batik kontemporer berbasis identitas mangrove. Pemasaran digital mulai dikembangkan melalui WhatsApp Business, marketplace, dan media sosial. Program juga menghasilkan branding, katalog produk, dan fasilitasi legalitas merek sebagai bagian dari penguatan identitas serta daya saing produk mitra.
Luaran program meliputi produk batik mangrove dengan pewarna alami, teknologi IPAL mini berbasis fitoremediasi, SOP proses produksi, sistem kontrol kualitas produksi, pembukuan usaha digital dan HPP, katalog dan konten promosi digital, penguatan branding serta legalitas merek, video dokumentasi kegiatan, dan artikel kegiatan di media massa. Dokumentasi poster memperlihatkan rangkaian kegiatan mulai dari rapat koordinasi, pelatihan pewarna alami, proses ekstraksi pewarna, praktik membatik, pelatihan desain kontemporer, pengelolaan limbah cair, pelatihan pemasaran digital, hingga pengembangan produk batik.
Tahapan pelaksanaan program meliputi identifikasi masalah dan persiapan, sosialisasi dan penyamaan persepsi, pelatihan dan peningkatan kapasitas, praktik serta penerapan teknologi, pendampingan intensif, monitoring dan evaluasi, penyempurnaan dan penguatan sistem, diseminasi serta dokumentasi, dan serah terima menuju keberlanjutan. Rencana tindak lanjut diarahkan pada SOP secara mandiri oleh mitra, pemeliharaan teknologi IPAL dan peralatan produksi, penggunaan pembukuan digital secara berkelanjutan, pengembangan desain dan inovasi produk, penguatan pemasaran digital, penguatan kelembagaan dan legalitas usaha, serta replikasi kegiatan pada kelompok pengrajin batik mangrove lainnya.
Program memiliki dampak positif berupa peningkatan kualitas produk dan konsistensi warna batik, pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan, pengelolaan usaha yang lebih tertib dan transparan, pengelolaan stok dan HPP yang lebih terukur, perluasan jangkauan pemasaran, peningkatan daya saing produk, kemandirian kelompok pengrajin, serta pelestarian sumber daya mangrove dan budaya lokal. Total anggaran program yang tercantum pada poster sebesar Rp45.330.000 yang bersumber dari DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Secara keseluruhan, poster menggambarkan keterkaitan antara permasalahan mitra, solusi dan intervensi, pelaksanaan kegiatan, capaian, luaran, dampak, serta keberlanjutan program. Alur tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya berorientasi pada pemberian pelatihan, tetapi diarahkan pada penerapan teknologi, peningkatan kapasitas produksi dan manajemen, penguatan produk, pemasaran digital, serta terbentuknya kemampuan mitra untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri.
Pelaksanaan program dilatarbelakangi oleh beberapa permasalahan mitra, yaitu proses ekstraksi dan pewarnaan yang masih dilakukan secara manual, konsistensi warna yang belum optimal, limbah cair yang belum dikelola secara optimal, pencatatan dan pembukuan yang masih manual, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang belum sistematis, keterbatasan desain produk, pemasaran digital yang belum optimal, legalitas produk yang belum terintegrasi, serta kebutuhan penguatan administrasi dan kelembagaan kelompok. Permasalahan tersebut menjadi dasar penyusunan intervensi yang mengintegrasikan aspek produksi, lingkungan, manajemen, desain, pemasaran, serta kelembagaan.
Solusi program dilaksanakan melalui inovasi pewarna alami berupa standardisasi proses ekstraksi, pewarnaan, fiksasi, pengaturan suhu, waktu, dan pH. Aspek lingkungan diperkuat melalui penerapan zero waste berbasis fitoremediasi menggunakan IPAL mini untuk mengolah limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan. Aspek manajemen usaha dilakukan melalui penerapan pembukuan digital, pencatatan stok dan transaksi, serta perhitungan HPP. Pengembangan inovasi desain diarahkan pada penciptaan motif batik kontemporer yang memiliki identitas mangrove dan menyesuaikan tren pasar. Pemasaran diperkuat melalui WhatsApp Business, marketplace, media sosial, katalog digital, dan konten promosi. Program juga memberikan fasilitasi pada aspek legalitas usaha dan penguatan kelembagaan kelompok.
Hasil dan capaian program ditunjukkan melalui penerapan SOP ekstraksi, pewarnaan, dan fiksasi; pengendalian suhu, waktu, dan pH menggunakan alat ukur sederhana; penerapan IPAL mini berbasis fitoremediasi; penggunaan pembukuan digital dan perhitungan HPP; serta tersedianya desain batik kontemporer berbasis identitas mangrove. Pemasaran digital mulai dikembangkan melalui WhatsApp Business, marketplace, dan media sosial. Program juga menghasilkan branding, katalog produk, dan fasilitasi legalitas merek sebagai bagian dari penguatan identitas serta daya saing produk mitra.
Luaran program meliputi produk batik mangrove dengan pewarna alami, teknologi IPAL mini berbasis fitoremediasi, SOP proses produksi, sistem kontrol kualitas produksi, pembukuan usaha digital dan HPP, katalog dan konten promosi digital, penguatan branding serta legalitas merek, video dokumentasi kegiatan, dan artikel kegiatan di media massa. Dokumentasi poster memperlihatkan rangkaian kegiatan mulai dari rapat koordinasi, pelatihan pewarna alami, proses ekstraksi pewarna, praktik membatik, pelatihan desain kontemporer, pengelolaan limbah cair, pelatihan pemasaran digital, hingga pengembangan produk batik.
Tahapan pelaksanaan program meliputi identifikasi masalah dan persiapan, sosialisasi dan penyamaan persepsi, pelatihan dan peningkatan kapasitas, praktik serta penerapan teknologi, pendampingan intensif, monitoring dan evaluasi, penyempurnaan dan penguatan sistem, diseminasi serta dokumentasi, dan serah terima menuju keberlanjutan. Rencana tindak lanjut diarahkan pada SOP secara mandiri oleh mitra, pemeliharaan teknologi IPAL dan peralatan produksi, penggunaan pembukuan digital secara berkelanjutan, pengembangan desain dan inovasi produk, penguatan pemasaran digital, penguatan kelembagaan dan legalitas usaha, serta replikasi kegiatan pada kelompok pengrajin batik mangrove lainnya.
Program memiliki dampak positif berupa peningkatan kualitas produk dan konsistensi warna batik, pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan, pengelolaan usaha yang lebih tertib dan transparan, pengelolaan stok dan HPP yang lebih terukur, perluasan jangkauan pemasaran, peningkatan daya saing produk, kemandirian kelompok pengrajin, serta pelestarian sumber daya mangrove dan budaya lokal. Total anggaran program yang tercantum pada poster sebesar Rp45.330.000 yang bersumber dari DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2026.
Secara keseluruhan, poster menggambarkan keterkaitan antara permasalahan mitra, solusi dan intervensi, pelaksanaan kegiatan, capaian, luaran, dampak, serta keberlanjutan program. Alur tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya berorientasi pada pemberian pelatihan, tetapi diarahkan pada penerapan teknologi, peningkatan kapasitas produksi dan manajemen, penguatan produk, pemasaran digital, serta terbentuknya kemampuan mitra untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri.